AI On-Device Makin Serius di 2026: Bukan Cuma Hemat Cloud, Tapi Soal Kontrol
AI generatif makin terasa “dekat” dengan pengguna karena tren on-device AI (AI yang berjalan langsung di perangkat) makin serius di 2026. Bukan cuma soal menghemat biaya cloud, tetapi juga soal kontrol: privasi, latency, dan ketahanan saat koneksi buruk.
Kenapa On-Device AI Lagi Naik?
- Privasi: data sensitif tidak selalu harus keluar perangkat.
- Respons lebih cepat: minim round-trip ke server.
- Lebih reliable: fitur tetap jalan saat sinyal lemah.
Trade-off yang Perlu Dipahami
On-device bukan berarti tanpa kompromi. Model biasanya lebih kecil (atau terkompresi), sehingga kualitas bisa berbeda dibanding cloud. Selain itu, konsumsi baterai, panas, dan kebutuhan RAM/NPUs jadi faktor penting.
Implikasi untuk Pengguna & Creator
Buat pengguna harian, on-device AI berpotensi membuat fitur seperti summarization, keyboard assist, dan photo enhancement terasa lebih “instan”. Buat creator, artinya workflow bisa lebih cepat karena beberapa langkah editing dan captioning bisa berjalan lokal.
Kesimpulan
On-device AI bukan tren kosmetik. Ini arah baru yang membuat AI lebih personal, lebih cepat, dan lebih terkontrol. Tapi pilihannya tetap perlu realistis: pahami batas perangkatmu, dan gunakan kombinasi on-device + cloud untuk hasil terbaik.